PENGEMBANGAN ANGKUTAN UMUM TRANS SARBAGITA

PENGEMBANGAN ANGKUTAN  UMUM TRANS  SARBAGITA


     
A.    LATAR BELAKANG
Secara geografis, letak kota Denpasar sangatlah strategis karena diapit oleh obyek-obyek wisata ternama seperti Sanur, Kuta, Nusa Dua, Petitenget, Tanah Lot, Uluwatu serta pusat-pusat kesenian kawasan Ubud yang merupakan sentra-sentra utama Kawasan Pariwisata Bali. Selain itu Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali juga menjadi orientasi aktivitas pemerintahan. Penyebaran lokasi-lokasi pusat kota kantor-kantor Pemerintahan (Provinsi dan Kota Denpasar), kawasan perumahan dan obyek-obyek wisata memunculkan fenomena pergerakan ulang-alik atau disebut KOMUTER terutama pada lintas-lintas antar kawasan dengan volume perjalanan yang cukup besar khususnya pada waktu-waktu sibuk pagi dan sore hari, juga pada malam hari.
Dampak yang dirasakan dari fenomena di atas adalah munculnya KEMACETAN. Terjadinya kemacetan ini menyebabkan peningkatan waktu perjalanan, pemborosan energi serta pencemaran udara yang selanjutnya dapat menyebabkan degradasi produktivitas masyarakat dan kualitas lingkungan.
Pemerintah tidak bisa melakukan pengaturan yang bersifat pembatasan penggunaan kendaraan pribadi, apabila pemerintah tidak menyiapkan pilihan (alternatif) kepada masyarakat berupa angkutan umum yang baik (tepat waktu, aman dan menjangkau pusat-pusat kegiatan.
Gambaran Kedepan, nampaknya kemacetan akan susah untuk ditekan apabila tidak segera dicarikan solusinya., hal ini dipicu oleh faktor-faktor seperti :
1.    Tidak seimbangnya antara pertumbuhan kendaraan bermotor dan panjang jalan yaitu 12,42% berbanding 2,28% per-tahun, sehingga menyebabkan ketimpangan antara kebutuhan pergerakan dan kapasitas jalan yang tersedia.
2.    Buruknya kinerja angkutan umum dengan indikasi mahalnya biaya perjalanan, tingginya perpindahan antar trayek, tingginya waktu tunggu, serta tidak adanya kepastian pelayanan karena beroperasi tanpa jadwal.
3.    Rendahnya jangkauan pelayanan angkutan umum mengingat banyaknya kawasan di wilayah SARBAGITA terutama kawasan pemukiman, pendidikan, perkantoran, perdagangan yang tidak terjangkau oleh pelayanan angkutan umum.
4.    Hal lain yang turut memperburuk situasi adalah semakin mudahnya masyarakat memiliki kendaraan pribadi khususnya sepeda motor dengan bermacam-macam kemudahan kepemilikan kendaraan.
Dengan kondisi ini, masyarakat cenderung tidak memilih angkutan umum karena memang tidak dapat diandalkan dan beralih menggunakan kendaraan pribadi sehingga akan menambah beban perjalanan di masa-masa mendatang.

B.    PENGEMBANGAN ANGKUTAN UMUM TRANS SARBAGITA
Melihat kondisi di atas dan memperhatikan faktor-faktor pemicunya, maka diperlukan adanya terobosan kebijakan untuk menciptakan efisiensi pergerakan melalui pengembangan angkutan umum massal berbasis jalan yang mampu menarik minat pengguna jalan.
Pengembangan angkutan umum ini telah termuat dan menjadi bagian yang diamanatkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor  6 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Bali Tahun 2005-2025  dan  Peraturan Daerah Bali Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali Tahun 2009-2029 yang implementasinya dituangkan dalam ACTION PLAN dan dikemas dalam satu program ROAD MAP “ BACK TO PUBLIC TRANSPORT”,   meliputi :
•    2009-2010    : Meletakkan Landasan, Memantapkan Rencana dan Sosialisasi.
•    2011-2013    : Mengenalkan Layanan, Membangun Citra.
•    2014-2016    : Memantapkan dan Mengembangkan Layanan
•    2016-dst        : Public Transport Jadi Pilihan melalui Pengembangan Layanan   Berkelanjutan.

Pengembangan Angkutan Umum Trans SARBAGITA dimaksudkan untuk menciptakan efisiensi perjalanan dan mampu menjangkau seluruh kawasan SARBAGITA dengan konsep :
•    Restrukturisasi jaringan trayek angkutan kota Denpasar dan sekitarnya (wilayah SARBAGITA)
•    Penggunaan kendaraan dengan kapasitas yang lebih besar dan lebih nyaman.
•    Berhenti terbatas pada halte-halte yang ditentukan dan penerapan jadwal perjalanan.
•    Tarif terjangkau
•    Penerapan satu manajemen pengelolaan melalui System Pembelian Layanan (Buy the Service) dengan pemberlakuan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

C.    JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM TRANS SARBAGITA
    Jaringan Trayek Utama (17 Trayek Dengan Bus Sedang/Besar) :
1.    Kota – GWK PP
2.    Batubulan-Nusa Dua PP  Via Sentral Parkir Kuta
3.    Sanur – Petitenget PP Via Civic Center
4.    Sanur – Ubud PP Via Kedewatan
5.    Gianyar – Pesiapan  PP Via Mengwi
6.    Sanur – Susa Dua  PP Via Bandara Ngurah Rai
7.    Mengwi – Bandara Ngurah Rai PP Via Kerobokan
8.    Mengwi – Pelabuhan Benoa PP Via Kota
9.    Mengwi – Batubulan  PP Via Darmasaba
10.    Sanur – Canggu PP Via Kota
11.    Tegal – Mambal PP
12.    Sentral Parkir Kuta- Tanah Lot PP
13.    Sanur – Lebih PP Via Taman Safari
14.    Batubulan-Bandara Ngurah Rai PP Via Gatsu
15.    Ubung-Sentral Parkir Kuta  PP Via Mahendradata
16.    Mengwi – Batubulan PP Via Dalung
17.    Batubulan-Sentral Parkir Kuta PP Via Kota
Didukung oleh :
•    11 Trayek Cabang  
•    25 Trayek Ranting
Jumlah = 53 trayek
    Pelaksanaannya direncanakan secara bertahap sesuai Road Map (2010-2016), yang didasarkan pada kesiapan Sarana-Prasarana, seperti kendaraan, halte, rambu termasuk Restrukturisasi Trayek pada setiap koridor.

TRAYEK UTAMA
    Kota- GWK (Garuda Wisnu Kencana) PP
    Batubulan-Nusa Dua PP  Via Sentral Parkir Kuta
    Sanur-Petitenget  PP  Via Civic Center/ Nitimandala
    Batubulan-Bandara Ngurah Rai PP  Via Gatot Soebroto
    Sanur- Ubud PP Via Kedewatan
    Mengwi - Pelabuhan Benoa PP  Via Kota
    Mengwi - Bandara Ngr Rai  PP  Via Kerobokan
    Sentral Parkir Kuta - Tanah Lot  PP
    Batubulan-Sentral Parkir Kuta  PP  Via Kota
    Sanur-Nusa Dua PP  Via Bandara Ngurah Rai
    Sanur - Lebih PP Via Taman Safari
    Sanur - Canggu PP  Via Kota
    Gianyar - Pesiapan  PP   Via Mengwi
    Ubung - Sentral Parkir Kuta PP   Via Buluh Indah
    Mengwi - Batubulan PP   Via Dalung
    Tegal - Mambal  PP   
    Mengwi - Batubulan PP  Via Darmasaba
TRAYEK CABANG
    Tegal - Bandara Ngurah Rai. PP Via Sentral Parkir Kuta


PETA JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM TRANS-SARBAGITA  


D.    PENGENALAN LAYANAN/UJI COBA
Direncanakan pada pertengahan tahun 2011 dengan uraian sebagai berikut :

1.    TRAYEK :
a.    Koridor 2 (Trayek Utama) : Batubulan – Nusa Dua via Sentral Parkir
b.    Trayek Cabang : Tegal – Bandara via Sentral Parkir.

2.    TARIF
Tarif Penumpang Angkutan Umum Trans SARBAGITA ditetapkan terdiri dari Tarif Penumpang Umum dan Tarif Pelajar/ Mahasiswa, sebagai berikut :
•    Tarif penumpang Bus trayek  Batubulan-Nusa Dua dan Kota – GWK untuk Penumpang Umum  sebesar Rp. 3.500,00 dan Pelajar/ Mahasiswa sebesar   Rp. 2.500,00.
•    Tarif penumpang kendaraan trayek Terminal Tegal-Bandara Ngurah Rai, untuk  Penumpang Umum sebesar Rp. 3.000,00 dan Pelajar/ Mahasiswa sebesar    Rp. 2.000,00.

3.    SISTEM TICKETING
Pada tahap awal menggunakan system manual/karcis, untuk pengembangan selanjutnya direncanakan Sistem Tiketing pada Trayek Utama menggunakan Smart Card berbasis waktu (harian, mingguan, bulanan).